Parameter Spesifikasi Teknis Non Woven Geocomposite yang Wajib Ada di RAB
Mencantumkan nama material saja di RAB tidak cukup. Tanpa angka teknis yang spesifik, vendor bisa memasok produk yang memenuhi nama tapi tidak memenuhi kebutuhan desain. Berikut parameter yang wajib Anda tulis secara eksplisit.
1. Kuat Tarik (Tensile Strength) – kN/m
Kuat tarik menunjukkan kemampuan material menahan gaya lateral yang bekerja pada struktur. Untuk Non Woven Geocomposite, nilai ini harus dicantumkan untuk dua arah sekaligus. Arah panjang (MD) dan arah lebar (CD), karena benang penguat bekerja dua arah. Tulis angka minimumnya berdasarkan hasil perhitungan desain. Dua produk bisa punya nama yang sama tapi nilai kuat tarik yang berbeda jauh. Tanpa angka minimum yang tercantum, tidak ada dasar untuk menolak material yang tidak sesuai.
2. Long Term Design Strength – kN/m
Long Term Design Strength (LTDS) adalah nilai kuat tarik rencana jangka panjang suatu material geosintetik (seperti geotextile, geogrid, atau geocomposite) setelah mempertimbangkan berbagai faktor penurunan kekuatan selama umur layanan material tersebut. Dalam rekayasa geoteknik, LTDS digunakan untuk menentukan kapasitas tarik yang aman dan dapat dipakai dalam desain permanen. Cantumkan nilai ini secara terpisah agar verifikasi material di lapangan bisa dilakukan dengan tepat.
3. Elongasi saat Putus (Strain at Break) – %
Elongasi menunjukkan seberapa jauh material meregang sebelum putus. Nilai yang terlalu tinggi artinya material baru memberikan tahanan tarik yang berarti setelah deformasi cukup besar terjadi. Hal ini bisa menjadi masalah serius pada struktur dengan toleransi penurunan yang ketat. Cantumkan batas maksimum elongasi, bukan hanya nilai minimum. Untuk aplikasi jalan di atas tanah lunak, material dengan elongasi terlalu tinggi baru efektif setelah permukaan jalan sudah turun lebih dari yang diizinkan desain.
4. Water Flow Rate – mm/s
Water Flow Rate Normal to the Plane adalah kemampuan material geosintetik (umumnya geotextile atau geocomposite drain) untuk mengalirkan airtegak lurus terhadap bidang material. Istilah ini sering digunakan pada pengujian filtrasi geotextile untuk mengetahui seberapa mudah air menembus material. Perlu diingat: semakin besar nilainya air semakin cepat menembus material geotekstil. Cantumkan nilai ini agar mempermudah pengadaan.
5. Ketahanan Tusuk (CBR Puncture Resistance) – N
Selama instalasi, material berpotensi terkena tusukan dari agregat kasar, batu tajam, atau alat konstruksi sebelum lapisan timbunan selesai dihampar. Ketahanan tusuk yang tidak memadai bisa merusak material bahkan sebelum proyek benar-benar dimulai. Untuk proyek dengan timbunan agregat kasar atau kondisi lapangan yang sulit, tentukan nilai minimum
CBR Puncture Resistance berdasarkan kondisi aktual lokasi. Jangan mengambil nilai dari proyek lain yang karakteristik lahannya berbeda.
6. Dimensi Roll – Lebar dan Panjang
Lebar roll menentukan jumlah sambungan yang dibutuhkan di lapangan. Roll yang terlalu sempit menghasilkan lebih banyak area overlap, yang artinya lebih banyak titik potensial kelemahan jika sambungan tidak dikerjakan dengan benar. Cantumkan lebar minimum roll berdasarkan lebar area pemasangan dan pola layout yang direncanakan. Untuk area timbunan lebar, roll dengan lebar 5 meter ke atas jauh lebih efisien dan mengurangi risiko kesalahan sambungan di lapangan.
Recent Comments