RAB yang salah bukan selalu karena angka volume yang keliru. Kadang masalahnya jauh lebih mendasar dari itu. Material yang dicantumkan tidak punya spesifikasi teknis yang cukup untuk bisa diverifikasi di lapangan.

Non Woven Geocomposite adalah salah satu material yang paling sering masuk RAB dengan deskripsi yang terlalu umum. Hanya nama materialnya saja, tanpa parameter teknis yang spesifik. Akibatnya, vendor bisa memasok produk yang memenuhi nama tapi tidak memenuhi kebutuhan desain. Ini juga bisa ketahuan saat struktur sudah mulai menunjukkan masalah.

Di lapangan, konsekuensinya bisa bermacam-macam. Jalan yang cepat ambles, timbunan yang tidak stabil, atau lereng yang perlu diperkuat ulang jauh sebelum umur rencana tercapai. Biaya perbaikannya hampir selalu jauh melampaui selisih harga yang sempat dihemat di tahap pengadaan.

Padahal akar masalahnya sederhana. Kontraktor dan quantity surveyor yang menyusun RAB sering kali tidak punya cukup referensi tentang parameter teknis apa saja yang perlu dicantumkan untuk material geosintetik. Bukan karena tidak teliti, tapi karena informasinya memang tidak mudah ditemukan dalam satu tempat yang terstruktur.

Lalu, parameter apa saja yang wajib ada? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa yang Membuat Non Woven Geocomposite Berbeda dari Non Woven Geotextile Biasa?

Non woven geotextile biasa punya satu fungsi dominan, yaitu separasi atau filtrasi. Cukup untuk banyak kondisi, tapi tidak untuk semua. 

Non Woven Geocomposite hadir ketika satu fungsi saja tidak cukup menjawab tantangan lapangan. Strukturnya menggabungkan lapisan non woven dengan benang polyester penguat yang dijahit dua arah, menghasilkan material yang sekaligus bisa memisahkan lapisan tanah dan menanggung beban lateral dalam satu pemasangan. 

Kuat tariknya jauh di atas non woven geotextile konvensional, dan itulah yang membuat perbedaannya terasa nyata di lapangan. 

Baca Juga : Non Woven Geocomposite untuk Perkuatan Tanah di Konstruksi Jalan Raya: Cara Kerja dan Manfaatnya

Parameter Spesifikasi Teknis Non Woven Geocomposite yang Wajib Ada di RAB

Mencantumkan nama material saja di RAB tidak cukup. Tanpa angka teknis yang spesifik, vendor bisa memasok produk yang memenuhi nama tapi tidak memenuhi kebutuhan desain. Berikut parameter yang wajib Anda tulis secara eksplisit.

1. Kuat Tarik (Tensile Strength) – kN/m

Kuat tarik menunjukkan kemampuan material menahan gaya lateral yang bekerja pada struktur. Untuk Non Woven Geocomposite, nilai ini harus dicantumkan untuk dua arah sekaligus.  Arah panjang (MD) dan arah lebar (CD), karena benang penguat bekerja dua arah.

Tulis angka minimumnya berdasarkan hasil perhitungan desain. Dua produk bisa punya nama yang sama tapi nilai kuat tarik yang berbeda jauh. Tanpa angka minimum yang tercantum, tidak ada dasar untuk menolak material yang tidak sesuai.

2. Long Term Design Strength – kN/m

Long Term Design Strength (LTDS) adalah nilai kuat tarik rencana jangka panjang suatu material geosintetik (seperti geotextile, geogrid, atau geocomposite) setelah mempertimbangkan berbagai faktor penurunan kekuatan selama umur layanan material tersebut.

Dalam rekayasa geoteknik, LTDS digunakan untuk menentukan kapasitas tarik yang aman dan dapat dipakai dalam desain permanen. Cantumkan nilai ini secara terpisah agar verifikasi material di lapangan bisa dilakukan dengan tepat.

3. Elongasi saat Putus (Strain at Break) – %

Elongasi menunjukkan seberapa jauh material meregang sebelum putus. Nilai yang terlalu tinggi artinya material baru memberikan tahanan tarik yang berarti setelah deformasi cukup besar terjadi. Hal ini bisa menjadi masalah serius pada struktur dengan toleransi penurunan yang ketat.

Cantumkan batas maksimum elongasi, bukan hanya nilai minimum. Untuk aplikasi jalan di atas tanah lunak, material dengan elongasi terlalu tinggi baru efektif setelah permukaan jalan sudah turun lebih dari yang diizinkan desain.

4. Water Flow Rate – mm/s

Water Flow Rate Normal to the Plane adalah kemampuan material geosintetik (umumnya geotextile atau geocomposite drain) untuk mengalirkan airtegak lurus terhadap bidang material. Istilah ini sering digunakan pada pengujian filtrasi geotextile untuk mengetahui seberapa mudah air menembus material.

Perlu diingat: semakin besar nilainya air semakin cepat menembus material geotekstil. Cantumkan nilai ini agar mempermudah pengadaan.

5. Ketahanan Tusuk (CBR Puncture Resistance) – N

Selama instalasi, material berpotensi terkena tusukan dari agregat kasar, batu tajam, atau alat konstruksi sebelum lapisan timbunan selesai dihampar. Ketahanan tusuk yang tidak memadai bisa merusak material bahkan sebelum proyek benar-benar dimulai.

Untuk proyek dengan timbunan agregat kasar atau kondisi lapangan yang sulit, tentukan nilai minimum CBR Puncture Resistance berdasarkan kondisi aktual lokasi. Jangan mengambil nilai dari proyek lain yang karakteristik lahannya berbeda.

6. Dimensi Roll – Lebar dan Panjang

Lebar roll menentukan jumlah sambungan yang dibutuhkan di lapangan. Roll yang terlalu sempit menghasilkan lebih banyak area overlap, yang artinya lebih banyak titik potensial kelemahan jika sambungan tidak dikerjakan dengan benar.

Cantumkan lebar minimum roll berdasarkan lebar area pemasangan dan pola layout yang direncanakan. Untuk area timbunan lebar, roll dengan lebar 5 meter ke atas jauh lebih efisien dan mengurangi risiko kesalahan sambungan di lapangan.

Baca Juga : Dokumentasi Pemasangan Woven Geotextile Pada Kegiatan Penanganan Bencana

Mengapa PT. Pandu Equator Prima Menjadi Pilihan untuk Kebutuhan Non Woven Geocomposite Anda?

Spesifikasi yang tepat di RAB adalah langkah pertama. Tapi memastikan material yang datang benar-benar sesuai spesifikasi tersebut adalah tantangan yang berbeda. Di sinilah pengalaman supplier menjadi sangat menentukan. Kami di PT. Pandu Equator Prima tidak hanya menyediakan material, tapi juga membantu Anda memverifikasi bahwa apa yang tercantum di RAB memang sesuai dengan kondisi tanah dan beban rencana proyek Anda.

Sejak 2003, Kami sudah terlibat dalam berbagai proyek infrastruktur di seluruh Indonesia. Dari konstruksi jalan di atas tanah gambut, pelebaran jalan di lahan lempung lunak, hingga proyek reklamasi dan perkuatan lereng di berbagai kondisi iklim. Pengalaman itu membentuk cara Kami merekomendasikan spesifikasi. Bukan berdasarkan template umum, tapi berdasarkan kondisi spesifik yang pernah Kami hadapi langsung di lapangan.

Belum yakin spesifikasi mana yang harus dicantumkan di RAB? Hubungi tim teknis Pandu Equatorsekarang juga. Kami siap memberikan rekomendasi yang konkret dan bisa dipertanggungjawabkan secara teknis, sebelum proyek Anda dimulai.

blank