Hauling road adalah istilah yang digunakan untuk menamai jalan di area pertambangan dan biasanya digunakan untuk mobilisasi kendaraan alat berat. Mulai dari truk, bulldozer, excavator, crane, wheel loader, motor grader, dan lain-lain, semuanya melewati hauling road ini.

Berbeda dengan jalan raya pada umumnya, hauling road memiliki struktur tanah yang jauh lebih menantang. Hal ini wajar mengingat hauling road dirancang untuk mampu menahan beban hingga 30 – 100 ton lebih, atau sekitar 3 hingga 11 kali lipat dari beban yang dapat ditampung jalan raya.

Tidak seperti jalan raya, hauling road didesain khusus berdasarkan kondisi proyek. Proses desainnya didasarkan pada CBR (California Bearing Ratio) tanah setempat, volume lalu lintas alat berat, dan target umur proyek.

Meskipun demikian, bukan berarti hauling road tidak memiliki tantangan tersendiri. Perlu Anda ketahui bahwa hauling road adalah salah satu area dengan risiko kecelakaan tertinggi di lingkungan pertambangan.

Beberapa waktu lalu, tepatnya di sektor pertambangan Kalimantan Timur, terjadi kecelakaan yang menewaskan dua pekerja tambang di jalur hauling KM 35. Insiden ini diduga terjadi karena kondisi jalan yang bergelombang parah dan jejak roda yang dalam

Secara garis besar, kita dapat memahami risiko kecelakaan di hauling road ini dari empat aspek utama, yakni:

  • Faktor jalan dan kondisi permukaan.
  • Faktor kendaraan.
  • Faktor manusia dan operasional.
  • Faktor desain jalan.

Di dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana caranya mencegah salah satu risiko di atas, yakni dari faktor jalan dan kondisi permukaan. Cara tersebut adalah dengan memilih bahan proyek yang berkualitas dan relevan.

Geogrid adalah salah satu bahan proyek konstruksi hauling road terbaik yang bisa Anda andalkan. Mengapa? Silakan simak baik-baik artikel ini untuk mengetahui jawaban lengkapnya!

Manfaat Geogrid untuk Hauling Road

Geogrid adalah material geosintetik yang berbentuk kisi-kisi (grid) dan terbuat dari polimer berkekuatan tinggi seperti polipropilena (PP), poliester (PET) dan high density polyethylene (HDPE). Bentuk kisi-kisi geogrid tidak hanya berfungsi sebagai lapisan penguat, tetapi sebagai pengunci antara aperture geogrid dengan tambahan agregat di atasnya.

Baca Juga: Kontribusi Geosintetik dalam Pengurangan Penggunaan Material Alam pada Proyek Konstruksi

Material geosintetik ini memiliki banyak manfaat untuk konstruksi hauling road. Beberapa di antaranya yakni:

Stabilisasi Tanah Timbunan

Geogrid berfungsi sebagai stabilisasi tanah timbunan. Namun, perlu dicatat bahwa untuk memisahkan tanah dasar dan lapisan sub-base secara sempurna, diperlukan tambahan Geotextile sebagai separator. Hal ini dikarenakan geogrid memiliki bukaan (aperture) yang memungkinkan tanah tetap tercampur jika jenisnya berbeda.

Mekanisme interlocking mencegah agregat yang berada di atas geogrid bergerak lateral atau “amblas” ke dalam tanah lunak di bawahnya.

Distribusi Beban yang Lebih Merata

Manfaat kedua dari geogrid adalah membuat distribusi beban lebih merata. Distribusi beban yang merata menjadikan konsentrasi tegangan di titik tertentu berkurang. Geogrid mampu mendistribusikan beban ke area yang lebih luas dalam lapisan perkerasan.

Distribusi beban yang lebih merata juga secara langsung memperlambat laju kerusakan permukaan jalan, mengurangi frekuensi perbaikan, dan meningkatkan efisiensi operasional tambang.

Reduksi Ketebalan Lapisan Agregat

Geogrid mampu mengurangi kebutuhan ketebalan agregat tanpa mengorbankan performa jalan. Dengan adanya geogrid, hauling road mendapatkan peningkatan daya dukung yang signifikan, sehingga lapisan agregat bisa dibuat lebih tipis namun tetap mampu menahan beban kendaraan berat secara optimal.

Penghematan material agregat ini berimplikasi langsung pada penurunan biaya konstruksi awal, terutama untuk proyek hauling road dengan jarak dan luasan yang besar di area terpencil.

Pencegahan Rutting

Manfaat berikutnya dari geogrid adalah kemampuannya dalam mencegah rutting atau terbentuknya alur pada permukaan jalan akibat beban berulang dari kendaraan berat. Rutting umumnya terjadi karena pergerakan lateral agregat yang tidak terkendali, terutama pada kondisi tanah dasar yang lemah.

Geogrid dengan desain apertur multiaksial mampu memberikan resistensi terhadap deformasi tersebut. Mekanisme interlocking antara agregat dan geogrid menjaga posisi material tetap stabil, sehingga tidak mudah bergeser ke samping saat dilintasi kendaraan berat.

Perpanjangan Umur Layanan Jalan

Pada akhirnya, seluruh manfaat penggunaan geogrid dalam konstruksi hauling road bermuara pada satu hal utama, yaitu meningkatnya umur layanan jalan. Kombinasi dari stabilisasi tanah, distribusi beban yang merata, pengurangan ketebalan agregat, serta pencegahan rutting akan membuat struktur jalan menjadi jauh lebih tahan lama.

Jalan hauling yang diperkuat dengan geogrid cenderung membutuhkan frekuensi pemeliharaan yang lebih rendah. Hal ini tentu berdampak langsung pada berkurangnya downtime operasional, sehingga aktivitas distribusi material di area tambang dapat berjalan lebih efisien.

Jenis Geogrid untuk Konstruksi Jalan Akses Tambang

Tipe GeogridKarakteristikAplikasi di Hauling Road
UniaxialKuat tarik satu arahPerkuatan lereng dan dinding penahan
BiaxialKuat tarik dua arahStabilisasi sub-base dan base course

Sebelum Anda memutuskan jenis geogrid terpilih, ada baiknya untuk Anda mempertimbangkan terlebih dahulu berbagai parameter teknis penting, seperti:

  • Tensile Strength.
  • Elongasi.
  • Ukuran Apertur.

FAQ Seputar Konten

1. Apa itu geogrid dan mengapa digunakan pada hauling road?

Geogrid adalah material geosintetik berbentuk kisi-kisi yang digunakan untuk memperkuat lapisan tanah timbunan dan fondasi jalan. Dalam konstruksi hauling road, geogrid berfungsi untuk meningkatkan stabilitas struktur jalan, mendistribusikan beban secara merata, serta mencegah kerusakan seperti rutting akibat lalu lintas alat berat.

2. Apa yang terjadi jika hauling road tidak menggunakan geogrid?

Tanpa penggunaan geogrid, lapisan agregat cenderung mudah bergeser atau masuk ke dalam tanah dasar yang lunak. Hal ini dapat menyebabkan terbentuknya alur, penurunan tanah, serta kerusakan jalan yang lebih cepat, sehingga meningkatkan frekuensi perbaikan dan biaya operasional.

3. Bagaimana cara memilih jenis geogrid yang tepat untuk proyek tambang?

Pemilihan geogrid harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek, seperti kondisi tanah dasar, arah beban, serta jenis konstruksi jalan. Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan parameter teknis seperti kekuatan tarik, ukuran apertur, modulus kekakuan, dan ketahanan terhadap kondisi kimia tanah agar performa jalan lebih optimal.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang penggunaan geogrid untuk hauling road. Apabila Anda membutuhkan supplier serta konsultan geogrid tepercaya, Pandu Equator Prima dapat Anda andalkan.

Baca Juga: Bagaimana Geosintetik Membantu Efisiensi Biaya Proyek Infrastruktur?

Tim Pandu siap membantu Anda mendapatkan produk geogrid berkualitas sesuai kebutuhan proyek serta bimbingan agar proyek hauling road Anda minim akan risiko kecelakaan. Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi segera WhatsApp tim Pandu Equator di nomor 0811-111-6066.

blank