Rooftop garden adalah solusi populer yang dapat menghadirkan ruang hijau di area perkotaan yang minim tanah terbuka. Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari rooftop garden, terlebih untuk pengelolaan gedung dengan konsep green building.
Rooftop garden dapat membantu menurunkan suhu ruangan, menyaring polusi udara, meningkatkan kualitas pengelolaan air hujan, dan lain-lain. Sayangnya, penerapan rooftop garden bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan yang harus siap Anda hadapi.
Salah satunya adalah memastikan sistem drainase rooftop garden berjalan maksimal. Tanpa adanya sistem drainase yang baik, rooftop garden yang awalnya diharapkan dapat menjadi nilai tambah untuk sebuah gedung, malah akan berakhir dengan kegagalan.
Berikut ini adalah dampak sistem drainase yang buruk untuk rooftop garden:
- Air tertahan dan meningkatkan beban struktur atap secara signifikan
- Kebocoran akibat tekanan air yang terus-menerus pada lapisan waterproofing
- Media tanam menjadi terlalu lembap sehingga merusak tanaman
- Timbulnya lumut, jamur, dan bau tidak sedap
- Penurunan umur pakai bangunan secara keseluruhan
- Dan lain-lain.
Lalu, bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini? Anda bisa mulai dari pemilihan material konstruksi yang tepat. Anda dapat memanfaatkan material geosintetik bernama drainage cell.
Baca Juga: Standar SNI dan ASTM untuk Geotextile – Pelajari Lengkap di Sini!
Drainage cell adalah material geosintetik berbentuk modul plastic berbahan polypropylene (PP) dan dirancang khusus sebagai solusi drainase bawah permukaan terbaik.
Bagaimana Prinsip Kerja Drainage Cell Pada Rooftop Garden?
Pada aplikasi rooftop garden, drainage cell bekerja dengan tiga proses penting. Tiga proses penting tersebut adalah:
- Membentuk rongga tiga dimensi sebagai jalur aliran air
- Mengalirkan air secara horizontal menuju outlet pembuangan
- Menjaga agar air tidak tertahan di atas lapisan waterproofing
Struktur terbuka yang terdapat pada desain drainage cell memungkinkan air terus mengalir secara kontinu tanpa mengalami penyumbatan.
Perbedaan Rooftop Garden dengan Drainage Cell dengan Menggunakan Sistem Drainage Biasa
Fungsi utama dari drainage cell dan drainage biasa pada rooftop adalah sama-sama mengalirkan air. Meskipun demikian, drainage cell memiliki beberapa karakteristik tertentu yang menjadikannya lebih unggul daripada sistem drainage biasa.
Karakteristik tersebut dapat dilihat dari lima aspek penting. Lima aspek penting tersebut adalah:
1. Desain Struktur
Desain struktur drainage cell disusun di atas lapisan waterproofing sebagai lapisan pelindung dan media aliran air. Susunan seperti ini tentu akan membantu menjaga kualitas lapisan yang berada di bawahnya.
Sebaliknya, sistem konvensional sangat bergantung pada pipa atau saluran beton langsung tanpa perlindungan sama sekali. Untuk saluran beton, aliran air perlahan dapat mengikis permukaan yang ada.
2. Beban Struktur
Drainage cell memiliki beban struktur yang jauh lebih ringan ketimbang material yang biasanya digunakan dalam drainage konvensional seperti kerikil atau agregat. Beban struktur yang lebih ringan ini tentu saja akan mengurangi beban yang harus ditanggung oleh struktur atap bangunan.
3. Fungsi Tambahan
Pada rooftop garden, drainage cell tidak hanya memiliki fungsi mendukung sistem drainase yang maksimal, tetapi juga dapat memberikan perlindungan lapisan waterproofing, ventilasi pada slap beton, mengurangi panas, dan meningkatkan isolasi udara.
4. Efisiensi Ruang
Drainage cell memungkinkan penggunaan ketebalan media yang lebih tipis namun tetap optimal. Dengan demikian, ruang untuk media tanam dapat diperbesar tanpa menambah tinggi sistem secara signifikan.
5. Instalasi
Sistem drainage cell lebih mudah dipasang karena berbentuk modular dan dapat dikunci antar panel. Proses instalasi menjadi lebih cepat dan efisien dibandingkan sistem konvensional yang membutuhkan banyak pekerjaan galian dan pemasangan pipa.
Tahapan Instalasi Drainage Cell untuk Rooftop Garden
- Pasang lapisan geomembrane atau waterproofing membrane dengan benar sesuai metode yang telah ditentukan agar perlindungan struktur atap dapat bekerja secara maksimal.
- Letakkan drainage cell (Equator Cell) di atas lapisan waterproofing, kemudian sambungkan antar modul dengan memasukkan pengunci (lock toggle) ke dalam lubang pengunci hingga terpasang dengan kuat.
- Drainage cell dapat dipasang secara horizontal maupun vertikal sesuai dengan kebutuhan desain. Untuk perlindungan tambahan, Anda juga dapat menambahkan lapisan geotextile non-woven di bagian bawah drainage cell (opsional).
- Pada bagian tepi, lakukan pemotongan drainage cell sesuai kebutuhan menggunakan alat seperti cutter atau gergaji mesin agar dapat menyesuaikan bentuk area.
- Pasang lapisan filter fabric atau geotextile non-woven di atas drainage cell dengan overlap sekitar 150 mm pada setiap sambungan. Pastikan terdapat tambahan material pada bagian tepi untuk melindungi sisi drainage cell dari kontak langsung dengan waterproofing dan dinding.
- Tambahkan lapisan pasir kasar (coarse washed sand) setebal 2–5 cm di atas geotextile sebagai lapisan filtrasi tambahan.
- Lakukan penimbunan dengan media tanah sesuai kedalaman yang dibutuhkan. Perlu diperhatikan bahwa minimal ketebalan tanah adalah 300 mm sebelum area tersebut dapat dilalui kendaraan atau alat berat.
- Tahap terakhir adalah melakukan penanaman, baik itu rumput, tanaman hias, maupun pohon sesuai dengan konsep rooftop garden yang diinginkan.
Setiap tahapan pemasangan drainage cell ini harus dapat dipastikan sebaik mungkin. Aspek penting perlindungan struktur, sistem aliran air, sistem filtrasi, dan media tanam, harus masuk ke dalam kalkukasi proyek rooftop garden Anda.
Spesifikasi Drainage Cell Pandu Equator Prima
Setelah mengetahui bahwa drainage cell untuk rooftop garden lebih baik ketimbang sistem konvensional, Anda pasti penasaran di mana Anda bisa menemukan drainage cell berkualitas.
Di PT Pandu Equator Prima, Perusahaan geosintetik tepercaya dan berpengalaman Indonesia, Anda bisa mendapatkannya. Adapun nama produk drainage cell dari PT Pandu Equator Prima adalah equator cell. Berikut ini adalah spesifikasi lengkapnya

FAQ Seputar Konten
- Apakah drainage cell wajib digunakan pada rooftop garden?Tidak wajib, tetapi sangat disarankan karena mampu mencegah genangan dan melindungi struktur atap dari kerusakan.
- Apakah drainage cell bisa menggantikan kerikil sebagai media drainase?Ya, bahkan lebih ringan dan efisien dibandingkan kerikil konvensional.
- Apakah drainage cell aman untuk struktur bangunan? Aman, karena memiliki bobot ringan dan dirancang untuk tidak menambah beban berlebih pada atap.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap tentang drainage cell untuk rooftop garden.
Apabila Anda menginginkan informasi supplier drainage cell terbaik, kami dari Tim Pandu Equator siap membantu Anda mulai dari perencanaan teknis, pemilihan spesifikasi, hingga pengiriman material ke lokasi proyek di seluruh Indonesia.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi saja WhatsApp tim Pandu Equator di nomor 0811-111-6066.


Recent Comments