Sebelum memutuskan untuk menggunakan geotextile, mengetahui harga geotextile per m2 yang terbaru menjadi hal wajib yang harus dilakukan. Dalam dunia konstruksi, geotextile berguna untuk pembangunan jalan, sistem drainase, hingga proteksi pantai dan lereng dari erosi. Akan tetapi, material ini memiliki harga yang bervariasi tergantung dengan jenis dan kebutuhan teknis proyek.

Menurut data dari Fortune Business Insights, pasar geotextile terus meningkat seiring dengan perkembangan sektor infrastruktur. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat fluktuatif harga geotextile. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melihat harga terbaru dari masing-masing jenis geotextile.

Secara umum, geotextile terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu woven dan non woven. Keduanya memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda sehingga memengaruhi harga per meter perseginya. Berikut penjelasan lengkap mengenai masing-masing jenis serta kisaran harga geotextile per m2 terbaru 2026 yang bisa Anda jadikan referensi.

Apa itu Geotextile Woven?

Proses pembuatan geotextile woven yakni melalui proses tenun. Hal ini yang menyebabkan bentuk material ini seperti anyaman pada karung beras. Jenis ini juga sering disebut dengan geotextile anyam.

Kelebihan geotextile woven terletak pada daya tariknya yang kuat. Material ini juga tahan terhadap beban berat dan deformasi, sehingga baik digunakan untuk stabilisasi dan perkuatan tanah.

Penggunaan geotextile woven lebih sering digunakan pada proyek-proyek besar.Untuk melihat bagaimana geotextile woven digunakan dalam perkuatan tanah, terdapat dalam artikel Projek Perkuatan Tanah Menggunakan Material Geotextile Woven.

Harga Geotextile Woven Per m2 Terbaru

Berdasarkan data terbaru, harga geotextile per m2 untuk jenis woven ditentukan oleh kekuatan tariknya. Pada spesifikasi 200 kN, harga berada di kisaran Rp 17.000 hingga Rp 22.000 per m2 dan umumnya digunakan untuk dasar jalan serta perkerasan ringan. Untuk kebutuhan konstruksi jalan berat dan timbunan tinggi, tipe 300 kN ditawarkan sekitar Rp 25.000 – Rp 30.000 per m2.

Sementara itu, woven dengan kekuatan 400 kN yang diperuntukkan bagi proyek ekstrem seperti pelabuhan atau bandara memiliki kisaran harga Rp 30.000 – Rp 35.000 per m2. Perbedaan harga ini mencerminkan kapasitas daya dukung serta tingkat ketahanan material terhadap beban tinggi.

Apa itu Geotextile Non Woven

Geotextile non woven adalah material yang diproduksi tanpa proses anyaman, melainkan cara mekanis, termal, atau kimiawi. Jenis ini lebih fleksibel dibanding woven dan memiliki kemampuan filtrasi serta drainase yang baik.

Karena sifatnya tersebut, non woven banyak digunakan untuk proyek saluran air, pelapisan dasar taman, hingga sistem drainase bawah tanah.Geotextile non woven juga banyak digunakan untuk melindungi struktur tanah yang dalam pengaplikasiannya dapat dilihat dalam artikel Aplikasi Non Woven Geotextile Dalam Perlindungan Struktur Tanah.

Harga Geotextile Non Woven Per m2 Terbaru

Kisaran harga geotextile per m2 untuk jenis non woven dipengaruhi oleh gramasi.  Untuk kebutuhan ringan seperti drainase dan separator dasar jalan, harga mulai dari Rp 7.500 – Rp 10.000 per m2 pada gramasi 150 gsm. Sementara itu, gramasi 200–300 gsm yang umum digunakan untuk stabilisasi tanah dan proyek jalan berat berada di kisaran Rp 10.000 – Rp 16.000 per m2.

Adapun gramasi tinggi 350–400 gsm yang cocok untuk proyek besar di lahan gambut atau area berair memiliki harga sekitar Rp 16.000 – Rp 18.000 per m2. Harga dapat menyesuaikan volume pembelian dan lokasi pengiriman.

FAQ Seputar Konten

  • Apa perbedaan harga geotextile woven dan non woven per m2? Harga geotextile woven ditentukan oleh kekuatan tariknya (kN), dengan kisaran mulai dari Rp 17.000/m² untuk spesifikasi 200 kN hingga Rp 35.000/m² untuk 400 kN. Sementara harga geotextile non woven ditentukan oleh gramasi (gsm), mulai dari Rp 7.500/m² untuk gramasi 150 gsm hingga Rp 18.000/m² untuk gramasi 350–400 gsm. Secara umum, geotextile woven memiliki harga lebih tinggi karena digunakan untuk proyek-proyek besar yang membutuhkan daya dukung beban berat.
  • Faktor apa saja yang memengaruhi harga geotextile per m2? Terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi harga geotextile per m2. Untuk jenis woven, harga ditentukan oleh kekuatan tarik (kN) yang mencerminkan kapasitas daya dukung material. Untuk jenis non woven, harga dipengaruhi oleh gramasi atau berat material per meter persegi (gsm). Selain itu, faktor eksternal seperti perkembangan pasar infrastruktur global, volume pembelian, dan lokasi pengiriman juga turut memengaruhi harga akhir.
  • Jenis geotextile mana yang lebih tepat digunakan untuk proyek drainase bawah tanah? Untuk proyek drainase bawah tanah, geotextile non woven adalah pilihan yang lebih tepat. Material ini memiliki kemampuan filtrasi dan drainase yang baik berkat proses produksinya yang tidak melalui anyaman, sehingga air dapat melewati material dengan lebih efektif. Gramasi yang disarankan untuk kebutuhan drainase ringan hingga menengah adalah 150–200 gsm, dengan kisaran harga Rp 7.500 – Rp 12.000 per m2.

Kesimpulan

Memilih geotextile yang tepat harus disesuaikan dengan kebutuhan teknis proyek, baik dari segi jenis maupun spesifikasinya.

Harga geotextile per m2 bervariasi mulai dari Rp 7.500 hingga Rp 35.000 tergantung jenis dan spesifikasi yang dibutuhkan. Untuk mendapatkan material geotextile berkualitas dengan harga terbaik, percayakan kebutuhan proyek Anda kepada PT Pandu Equator Prima. Hubungi tim kami sekarang untuk konsultasi gratis dan penawaran terbaik!