Pada kolam penampungan air atau limbah, permukaan cairan tidak hanya perlu dijaga dari kebocoran.

Paparan sinar matahari, air hujan, kontaminasi dari luar, hingga gas dan bau dari proses pengolahan juga perlu diperhitungkan. Di sinilah floating cover digunakan sebagai penutup yang berada langsung di atas permukaan cairan.

Geomembrane dapat menjadi material penutup karena sifatnya yang kedap dan dapat dibuat mengikuti bentuk area yang ditutup.

Pada aplikasi tertentu, floating cover juga digunakan untuk membantu mengendalikan penguapan, bau, maupun menangkap biogas.

Baca Juga :Fungsi dan Peran Geomembrane untuk Proyek Biogas

Dapatkan Geomembrane Berkualitas Segera!

Apa Itu Floating Cover dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Floating cover adalah sistem penutup yang ditempatkan di atas permukaan air atau cairan dan mengikuti perubahan elevasi permukaannya.

Berbeda dengan penutup yang berdiri sebagai struktur tersendiri, material pada floating cover berada langsung di atas permukaan cairan dan dirancang agar tetap mengikuti kondisi kolam.

Pada aplikasi pengolahan limbah, penutup geomembrane dapat membatasi kontak antara permukaan cairan dengan lingkungan luar.

Sistem ini dapat digunakan untuk mengendalikan bau, mengurangi penguapan, serta menangkap gas yang terbentuk dari proses anaerob.

Penelitian dari Monash University mencatat penggunaan geomembrane HDPE pada covered anaerobic lagoons untuk pengendalian bau sekaligus pemanenan biogas yang kaya metana.

Cara kerja floating cover secara sederhana dapat dilihat dari beberapa fungsi berikut:

  • Menutup permukaan cairan, sehingga paparan langsung terhadap lingkungan dapat dikurangi.
  • Mengendalikan air hujan dan penguapan, terutama pada reservoir atau kolam terbuka.
  • Membantu mengumpulkan gas, pada kolam yang menghasilkan biogas, dengan sistem pengumpulan yang dirancang sesuai kebutuhan.
  • Mengurangi paparan cahaya matahari, yang dapat membantu membatasi pertumbuhan alga pada aplikasi tertentu.

Dengan begitu, floating cover bukan sekadar lembaran yang diletakkan di atas kolam.

Bentuk kolam, perubahan muka air, sistem ballast atau anchoring, hingga kebutuhan drainase air hujan perlu diperhitungkan dalam desainnya.

Jenis-Jenis Geomembrane yang Digunakan dalam Floating Cover

Material floating cover tidak selalu menggunakan jenis geomembrane yang sama.

Pemilihannya perlu melihat kondisi cairan, paparan lingkungan, kebutuhan fleksibilitas, metode fabrikasi, serta sistem pemasangan.

Beberapa material yang dapat digunakan pada aplikasi floating cover antara lain:

Geomembrane HDPE

HDPE banyak digunakan pada aplikasi floating cover, termasuk kolam pengolahan air limbah dan reservoir.

Material ini memiliki ketahanan kimia dan UV yang baik sehingga sesuai untuk aplikasi luar ruangan.

Geomembrane PP

Polypropylene (PP) dapat digunakan pada aplikasi floating cover tertentu karena memiliki ketahanan terhadap panas dan bahan kimia yang baik.

Namun, jika kebutuhan utamanya adalah fleksibilitas tinggi, material seperti LDPE lebih umum dipertimbangkan.

Pada floating cover, material berbasis PP juga digunakan untuk kebutuhan reservoir dan penutup permukaan cairan tertentu. Pemilihannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi proyek dan spesifikasi yang ditetapkan.

Geomembrane EPDM

EPDM termasuk material membran yang memiliki fleksibilitas dan ketahanan terhadap cuaca yang baik.

Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis cairan yang ditahan, karena tidak semua cairan kimia memiliki kompatibilitas yang sama dengan EPDM.

Geomembrane PVC

PVC juga termasuk material yang tersedia dalam sistem geomembrane. Karakteristiknya berbeda dengan HDPE maupun material berbasis polyolefin sehingga pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan instalasi.

Jenis material floating cover sebaiknya ditentukan berdasarkan spesifikasi proyek, bukan dengan asumsi bahwa satu jenis geomembrane cocok untuk semua kolam.

Baca Juga :Ketahanan Geomembrane terhadap Bahan Kimia dan Lingkungan

Cara Kerja Geomembrane Secara Umum untuk Floating Cover

Pada aplikasi floating cover, geomembrane dipasang menutupi permukaan kolam dan dibuat mengikuti bentuk kolam.

Sistem pada gambar menunjukkan penggunaan floater, pemberat sump, dan pemberat pada bagian ujung untuk membantu menjaga posisi cover saat kondisi kolam penuh maupun kosong.

Susunan tersebut juga memperhitungkan air hujan yang dapat tertampung di atas permukaan cover.

Geomembrane untuk Floating Cover

Dari gambar tersebut, cara kerja sistem dapat dilihat dari perubahan kondisi permukaan kolam.

Saat kolam penuh, geomembrane berada di atas permukaan air dan bagian tertentu membentuk area yang dapat menampung air hujan.

Air hujan kemudian dikumpulkan dan diarahkan menuju bagian sump untuk dikeluarkan dari permukaan cover.

Ketika permukaan kolam turun, posisi geomembrane ikut menyesuaikan. Floater dan pemberat membantu menjaga cover tetap berada pada posisi yang telah ditentukan, sementara bagian sump tetap menjadi titik pengumpulan air hujan.

Pada kondisi kolam kosong, bentuk cover akan mengikuti perubahan elevasi permukaan kolam tanpa harus menggunakan struktur penutup yang berdiri sendiri.

Gambar diatas juga menunjukkan bahwa sistem dapat diterapkan pada kolam dengan kemiringan tertentu maupun tanpa kemiringan.

Pada kolam yang memiliki kemiringan, titik temu antara lereng dan dasar kolam perlu diperhitungkan saat menentukan bentuk cover.

Sementara pada kolam tanpa kemiringan, penempatan floater dan titik pemberat disesuaikan dengan bentuk area yang ditutup.

Dengan susunan tersebut, geomembrane tidak hanya berfungsi sebagai lembaran penutup permukaan.

Posisi cover, pengumpulan air hujan, floater, serta pemberat menjadi bagian yang saling mendukung agar floating cover tetap berfungsi ketika volume cairan di dalam kolam berubah.

FAQ Seputar Konten

  1. Apakah floating cover hanya digunakan untuk kolam limbah?Tidak. Floating cover juga dapat digunakan pada reservoir, kolam proses, fasilitas pengolahan air, hingga sistem anaerobic lagoon. Fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan, seperti pengendalian penguapan, kontaminasi, bau, atau pengumpulan biogas.
  2. Apakah geomembrane floating cover sama dengan geomembrane liner?Tidak selalu. Geomembrane liner umumnya berada di dasar atau sisi kolam sebagai lapisan kedap, sedangkan floating cover ditempatkan di atas permukaan cairan sebagai penutup. Dalam satu proyek, keduanya bahkan dapat digunakan secara bersamaan sebagai bagian dari sistem containment.
  3. Apa yang perlu diperhatikan saat menggunakan geomembrane sebagai floating cover?Selain jenis geomembrane, bentuk dan kondisi kolam perlu diperhatikan karena cover harus mengikuti perubahan permukaan cairan. Penempatan floater, pemberat, area sump, serta pengelolaan air hujan juga perlu disesuaikan dengan desain agar cover tetap berada pada posisi yang direncanakan selama kondisi kolam berubah.

Kesimpulan

Pengaplikasian geomembrane dalam floating cover memungkinkan permukaan reservoir, kolam proses, maupun kolam limbah ditutup menggunakan material yang fleksibel dan kedap.

Fungsinya dapat mencakup pengendalian penguapan, kontaminasi, bau, hingga pengumpulan biogas, tergantung desain sistemnya.

Pemilihan material dan metode pemasangan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi cairan, bentuk kolam, perubahan permukaan air, serta kebutuhan proyek.

PT Pandu Equator Prima menyediakan kebutuhan material geosintetik untuk berbagai pekerjaan konstruksi, termasuk geomembrane untuk sistem floating cover.

Selain menyediakan material, Pandu Equator Prima juga mendukung kebutuhan proyek hingga proses instalasi di lapangan, sehingga pemilihan material dan pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan.

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi WhatsApp tim PT Pandu Equator Prima di nomor 0811-111-6066.

Hubungi Kami WhatsApp