Apa itu Sludge Dewatering Menggunakan Geotextile Tube?
Dapatkan Info Lebih Lengkap Mengenai Geotextile Tube

Visit
Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia
Contact
0811-111-6066
021 84995477
021 84994765
021 84999534
Permintaan Penawaran Harga Geotextile tube
Industri perkebunan dan pertambangan adalah Industri yang menjadi andalan di Indonesia, namun Industri tersebut juga menghasilkan limbah yang cukup berbahaya jika dibuang begitu saja tanpa dilakukan pengolahan. Oleh karena itu biasanya industri-industri tersebut memiliki kolam penampungan limbah yang menjadi masalah berikutnya adalah bagaimana jika kolam-kolam tersebut penuh?
Ada 2 solusi untuk mengatasinya, yang pertama membuat kolam baru atau pilihan kedua adalah mengosongkan kolam dengan membuang limbah tersebut. Untuk melakukan pembuangan limbah ini tidak bisa sembarangan apalagi limbah ini termasuk dalam kategori B3 sehingg harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Umumnya limbah-limbah ini mengandung lumpur sehingga perlu dilakukan sludge dewatering yaitu pemisahan lumpur dengan cairan sehingga menjadi endapan padat untuk minimisasi limbah. Beragam cara untuk melakukan sludge dewatering ini namun cara yang paling efisien adalah dengan menggunakan metode geotextile tube.
Geotextile tube ini adalah kantong ukuran besar yang terbuat dari material geotextile dengan fitur tahan terhadap ultraviolet, suhu tinggi, dan memiliki kuat tarik yang tinggi.

Gambar 1 : proses sludge dewatering
Ingin info Lebih Detail ?
Silahkan hubungi kami, dan kami siap membantu anda
Lumpur di pompa kedalam geotextile tube dan cairan akan keluar melalui pori-pori geotextile meski demikian lumpur tetap berada didalam kantong. Teknik ini memanfaatkan fungsi flitrasi dari geotextile, Sedangkan durasi pengeringan dan konsolidasi dengan metode ini bervariasi tergantung pada jenis geotekstil, ukuran kantong, bahan pengisi, dan kondisi lokasi. Namun rata-rata membutuhkan waktu kurang lebih 1 minggu.

Gambar 2 : Endapan Lumpur di dalam Geotextile Tube
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan tempat pembuangan :
- Pastikan lokasi pembuangan tidak terletak di area sensitif di mana pembuangan tidak diizinkan
- Memastikan bahwa lokasi pembuangan lumpur terletak sejauh mungkin dari area di mana limbah akhir dibuang untuk membatasi kemungkinan kontaminasi limbah akhir, serta untuk membatasi kemungkinan kontribusi kontaminan ke sumber daya air.
- Memungkinkan untuk zona penyangga maksimum, lebih dari 400 m dari air permukaan
- Pertimbangkan kemiringan lokasi pembuangan untuk meminimalkan limpasan, erosi, dan genangan.
- Pastikan lokasi pembuangan tidak berada dalam garis banjir.
Baca Juga : Apa itu Geocomposite, Jenis dan Fungsinya ?
Untuk informasi lebih lanjut mengenai material geotextile tube, silahkan hubungi kami di (62-21) 84995477, 84999534, 84994765
Ingin Konsultasi Seputar Geosintetik ?
silahkan hubungi kami di (021) 84995477, 84999534, 84994765
Hubungi Kami Sekarang Juga
Dapatkan penawaran harga terbaik dari kami, Gratis Konsultasi.
Baca Post Kami Lainnya
Peran Geotextile Non Woven Pada Proyek Reklamasi Lahan Bekas Tambang
Setelah aktivitas penambangan berakhir, lahan yang direklamasi umumnya memerlukan penataan kembali agar dapat mendukung fungsi lingkungan maupun penggunaan lahan berikutnya. Salah satu tantangan yang sering dihadapi adalah menjaga kualitas lapisan tanah sekaligus...
Standar SNI dan ASTM untuk Geotextile – Pelajari Lengkap di Sini!
Pada dokumen spesifikasi proyek, geotextile sering disertai persyaratan teknis yang harus dipenuhi sebelum material dapat digunakan. Persyaratan tersebut dapat berupa nilai kuat tarik, ketebalan, ukuran pori, maupun kemampuan meloloskan air sesuai fungsi yang...
Manfaat Besar Geomembrane untuk Proyek Geothermal
Pembangunan proyek geothermal di Indonesia terus berkembang. Ini merupakan hal wajar, mengingat cadangan panas bumi Indonesia mencapai 23,9 gigawatt atau sekitar 40% dari total potensi geothermal dunia, berdasarkan data yang disampaikan Ir. Pri Utami, M.Sc., Ph.D.,...
