Apa itu Geocomposite, Jenis dan Fungsinya ?

Visit
Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia
Contact
021 84995477
021 84994765
021 84999534
0811-111-6066
Permintaan Penawaran Harga Geocomposite
Setiap material geosintetik seperti geotextile, geomembrane, geogrid, geonet memiliki fungsi masing-masing namun ada kalanya kita menemukan kondisi dimana material yang ada tidak mampu mengatasi permasalahan yang ada dilapangan sehingga dilakukan modifikasi dengan menggabungkan 2 atau lebih material geosintetik yang kemudian disebut dengan istilah geocomposite.
Apa itu Geocomposite
Filosofi dasar di balik bahan geocomposite adalah menggabungkan fungsi terbaik dari bahan geosintetik yang berbeda sedemikian rupa sehingga didapatkan material dengan fungsi yang dibutuhkan dan dengan biaya minimum. Dengan demikian, rasio manfaat / biaya dimaksimalkan. (Sumber: Wikipedia)
Berikut ini adalah jenis-jenis Geokomposit
Geotextile Composite
Geotextile composite ini material yang paling dikenal di pasaran, bentuknya berupa geotextile non woven yang diperkuat dengan jahitan benang polyester. Selain itu ada juga yang berupa gabungan dari lembaran woven geotextile dan non woven geotextile yang dijahit jadi satu. Sehingga fungsi sebagai perkuatan menjadi lebih baik.

Gambar 1 : Non Woven Geotextile Composite

Gambar 2 : Woven Geotextile Composite
Geotextile – Geogrid Composite
Jenis geocomposite ini adalah perpaduan dari material geotextile non woven dan geogrid dimana geotextile berfungsi sebagai filter dan drainase sementara geogrid sebagai fungsi reinforcement, biasanya digunakan pada perkuatan tanah lereng dan timbunan.

Gambar 3 : Geotextile – Geogrid Composite
Geotextile – Geonet Composite
Geocomposite ini adalah perpaduan dari geotextile non woven dan geonet dimana salah satu sisi atau kedua sisi geonet dilapisi dengan geotextile sehingga fungsi pemisah dan filtrasi menjadi lebih baik. Geocomposite ini dikenal juga sebagai geokomposite drainase dimana cairan akan masuk melalui pori-pori geotextile dan kemudian akan mengalir secara hosrizontal didalam geonet menuju collecting drain.

Gambar 4 : Geotextile – Geonet Composite
Geotextile – Geomembrane PVC Composite
Geocomposite yang satu ini adalah penggabungan dari geotextile non woven dan geomembrane PVC dimana salah satu atau kedua sisi geomembrane dilapisi dengan geotextile, sehingga meningkatkan ketahanan geomembrane terhadap tusukan dan gesekan statis serta meningkatkan kuat tarik.

Gambar 5 : Geotextile – Geomembrane Composite
Untuk informasi lebih lanjut mengenai material geocomposite, silahkan hubungi kami di (62-21) 84995477, 84999534, 84994765
Ingin Konsultasi Seputar Geosintetik ?
silahkan hubungi kami di (021) 84995477, 84999534, 84994765
Baca Post Kami Lainnya
Non Woven Geocomposite untuk Perkuatan Tanah di Konstruksi Jalan Raya: Cara Kerja dan Manfaatnya
Jalan rusak sebelum waktunya itu bukan selalu karena kualitas aspal yang buruk. Banyak kasus kerusakan jalan di Indonesia justru bermula dari lapisan paling bawah. Tanah dasarnya sendiri yang tidak mampu menopang beban yang bekerja di atasnya. Indonesia punya banyak...
Apa itu Drainage Cell? Fungsi, Cara Kerja & Aplikasi
Drainage cell merupakan material geosintetik berbentuk modul berongga yang dirancang untuk mengalirkan air secara efisien di berbagai aplikasi konstruksi. Dengan bobot ringan, kapasitas drainase tinggi, dan kemudahan pemasangan, material ini banyak digunakan pada basement, roof garden, hingga sistem drainase bawah tanah. Kombinasi dengan geotekstil membuat sistem tetap optimal dan tahan lama.
Apa itu Geofoam dalam Rekayasa Geoteknik dan Geosintetik: Material Ringan untuk Solusi Infrastruktur Modern
Geofoam adalah material timbunan ringan berbasis polystyrene yang digunakan dalam rekayasa geoteknik untuk menggantikan tanah urug konvensional. Dengan berat sangat ringan namun memiliki kekuatan tekan memadai, geofoam mampu mengurangi beban pada tanah dasar, mempercepat konstruksi, dan meningkatkan stabilitas. Aplikasinya meliputi timbunan jalan, oprit jembatan, hingga perlindungan utilitas bawah tanah, menjadikannya solusi modern yang efisien untuk infrastruktur.
Geomembrane untuk Waterproofing Terowongan dan Saluran Bawah Tanah
Proyek bawah tanah di Indonesia itu tidak mudah. Tanahnya basah, musim hujannya panjang, dan air tanah di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya dangkal sekali. Kondisi seperti ini langsung jadi masalah besar kalau sistem waterproofing yang dipasang tidak...
Cara Menghitung Kebutuhan Geogrid untuk Proyek Perkuatan Tanah
Tanah itu tidak selalu bisa diandalkan begitu saja. Di banyak lokasi proyek di Indonesia, terutama yang berada di atas lahan gambut, tanah lunak, atau area bekas rawa, kondisi tanah dasar memang tidak cukup kuat untuk langsung menerima beban konstruksi di atasnya....
Geomembrane Textured vs Smooth: Kapan Harus Menggunakan Masing-Masing Jenisnya?
Setiap proyek konstruksi dan rekayasa lingkungan menyimpan tantangan yang tidak selalu terlihat di permukaan. Seorang insinyur yang berpengalaman pun bisa membuat keputusan material yang keliru jika mengabaikan satu variabel kritis: apakah permukaan lapisan pelindung...
