Penanganan Erosi Lereng dengan Teknik Penanaman Hydroseeding dan Templok

Visit
Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia
Contact
021 84995477
021 84994765
021 84999534
0811-111-6066
Permintaan Penawaran Hydroseeding & Templok
Hydroseedingdan Templok merupakan Teknik penanaman vegetasi yang digunakan sebagai bentuk pengendalian erosi permukaan lereng. Teknologi penanaman tersebut banyak diaplikasikan dibeberapa bidang konstruksi, contohnya pada lereng bukit, lereng tanggul, lereng jalan rel kereta api, lereng jalan tol, dan lain-lain.
Hydroseedingadalah Teknik atau metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa dan perekat dalam suatu tangki, kemudian disemprotkan pada permukaan tanah atau lereng dengan hydroseeder. Jenis biji vegetasi yang banyak digunakan pada Teknik adalah jenis rumput.
Sementara contoh untuk jenisLegum Cover Crops(LCC) adalahCentrosema pubescens(Cp), Colopogonium mucunoides(Cm), Pueraria javanica(Pj).
Tahap awal penanaman dengan Teknik Hydroseedingadalah dengan membuat campuran yang terdiri dari biji vegetasi, mulsa, perekat PAM, pupuk beserta air dalam suatu tangki pencampur yang dilengkapi dengan alat pengaduk, mesin penyemprot, pompa, selang penyemprot dan nozzle. Proses pencampuran minimal membutuhkan waktu selama 30 menit.
Penyemprotan campuran Hydroseedingpada permukaan lereng yang sudah dipasang selimut pengendali erosi dilakukan dari arah atas ke bawah atau arah menyamping secara horizontal dari arah kanan ke kiri atau sebaliknya. Penyiraman pada lereng dilakukan setiap 2 hari sekali sampai masa pekerjaan berakhir. Bila terjadi hujan, penyiraman dihentikan.
Sedangkan templok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng.
Jenis biji vegetasi yang banyak digunakan pada Teknik Templok adalah jenis rumput. Sementara contoh untuk jenis Legum Cover Crops(LCC) adalah Centrosema pubescens(Cp), Colopogonium mucunoides(Cm), Pueraria javanica(Pj) dan Mucuna. Tanaman LCC ini dapat memperbaiki sifat kimia tanah serta dapat melindungi tanah dari erosi.
Tahap awal penanaman dengan Teknik Templok adalah dengan membuat campuran yang terdiri dari biji vegetasi, mulsa, perekat PAM, pupuk dan air dalam suatu wadah atau tangka dan diaduk dengan alat pengaduk ataupun secara manual. Proses pencampuran minimal membutuhkan waktu selama 30 menit.
Templok kan campuran tersebut pada pada permukaan lereng yang sudah dipasang selimut pengendali erosi dengan jarak 30 cm antar adonan templok untuk sistem templok 4 titik atau jarak templok 40 cm untuk sistem 5 titik.

Lakukan penyiraman pada lereng yang sudah ditanami dengan Teknik Tamplok setiap 2 hari sekali sampai masa pekerjaan berakhir. Bila terjadi hujan, penyiraman dihentikan.
Tabel 1 Persyaratan Jenis, Bentuk, Jumlah, Ukuran dan Daya Kecambah Bibit Vegetasi

Sumber : SKh-1.3.17 Spesifikasi Khusus Interim Pengendali Erosi Lereng
Tabel 2 Persyaratan Kuantitas Bahan Pendukung Vegetasi

Sumber : SKh-1.3.17 Spesifikasi Khusus Interim Pengendali Erosi Lereng
Pengaplikasian vegetasi tanpa selimut pengendali erosi umumnya dapat dilakukan pada lereng dengan kondisi permukaan yang stabil. Jika diaplikasikan pada lereng dengan kondisi curam dapat dikombinasikan dengan selimut pengendali erosi.
Baca Juga:Vegetasi & Hydroseeding
Kami Siap Membantu Anda
Silahkan hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan geosintetik anda dengan team ahli kami
Bagaimana Geogrid Dapat Dibuat? Pelajari Metodenya di Sini!
Bagaimana Geogrid Dapat Dibuat? Pelajari Metodenya di Sini!Geogrid adalah salah satu material geosintetik yang sering digunakan sebagai bagian dari perkuatan struktur tanah. Material ini dapat membantu mendistribusikan beban secara lebih merata dan meningkatkan...
Keuntungan yang Akan Didapatkan dari Material Geo Mattres
Keuntungan yang Akan Didapatkan dari Material Geo MattresGeo mattress atau concrete mattress adalah salah satu material geosintetik yang digunakan sebagai pelindung struktur teknik sipil. Material ini terdiri dari dua lapis kain geotekstil khusus yang diisi atau...
Mengenal 3 Tipe Desain yang Harus Anda Ketahui dari HDPE Flap Gate?
Mengenal 3 Tipe Desain yang Harus Anda dari HDPE Flap Gate? Ada banyak tantangan yang harus dapat dihadapi dengan baik ketika proyek saluran drainase perkotaan atau irigasi desa dilakukan. Salah satu tantangan klasik tersebut adalah terjadinya penyumbatan saluran...
