Penanganan Erosi Lereng dengan Teknik Penanaman Hydroseeding dan Templok

Hydroseeding dan Templok merupakan Teknik penanaman vegetasi yang digunakan sebagai bentuk pengendalian erosi permukaan lereng. Teknologi penanaman tersebut banyak diaplikasikan dibeberapa bidang konstruksi, contohnya pada lereng bukit, lereng tanggul, lereng jalan rel kereta api, lereng jalan tol, dan lain-lain.

Hydroseeding adalah Teknik atau metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa dan perekat dalam suatu tangki, kemudian disemprotkan pada permukaan tanah atau lereng dengan hydroseeder. Jenis biji vegetasi yang banyak digunakan pada Teknik adalah jenis rumput.

Sementara contoh untuk jenis Legum Cover Crops (LCC) adalah Centrosema pubescens (Cp), Colopogonium mucunoides (Cm), Pueraria javanica (Pj).

Tahap awal penanaman dengan Teknik Hydroseeding adalah dengan membuat campuran yang terdiri dari biji vegetasi, mulsa, perekat PAM, pupuk beserta air dalam suatu tangki pencampur yang dilengkapi dengan alat pengaduk, mesin penyemprot, pompa, selang penyemprot dan nozzle. Proses pencampuran minimal membutuhkan waktu selama 30 menit.

Penyemprotan campuran Hydroseeding pada permukaan lereng yang sudah dipasang selimut pengendali erosi dilakukan dari arah atas ke bawah atau arah menyamping secara horizontal dari arah kanan ke kiri atau sebaliknya. Penyiraman pada lereng dilakukan setiap 2 hari sekali sampai masa pekerjaan berakhir. Bila terjadi hujan, penyiraman dihentikan.

Sedangkan templok adalah metode penanaman dengan menggunakan campuran benih, air, pupuk, mulsa, dan perekat, kemudian dibuat menjadi adonan templok yang akan dipasang pada permukaan lereng.

Jenis biji vegetasi yang banyak digunakan pada Teknik Templok adalah jenis rumput. Sementara contoh untuk jenis Legum Cover Crops (LCC) adalah Centrosema pubescens (Cp), Colopogonium mucunoides (Cm), Pueraria javanica (Pj) dan Mucuna. Tanaman LCC ini dapat memperbaiki sifat kimia tanah serta dapat melindungi tanah dari erosi.

Tahap awal penanaman dengan Teknik Templok adalah dengan membuat campuran yang terdiri dari biji vegetasi, mulsa, perekat PAM, pupuk dan air dalam suatu wadah atau tangka dan diaduk dengan alat pengaduk ataupun secara manual. Proses pencampuran minimal membutuhkan waktu selama 30 menit.

Templok kan campuran tersebut pada pada permukaan lereng yang sudah dipasang selimut pengendali erosi dengan jarak 30 cm antar adonan templok untuk sistem templok 4 titik atau jarak templok 40 cm untuk sistem 5 titik.

Lakukan penyiraman pada lereng yang sudah ditanami dengan Teknik Tamplok setiap 2 hari sekali sampai masa pekerjaan berakhir. Bila terjadi hujan, penyiraman dihentikan.

Tabel 1 Persyaratan Jenis, Bentuk, Jumlah, Ukuran dan Daya Kecambah Bibit Vegetasi

Sumber : SKh-1.3.17 Spesifikasi Khusus Interim Pengendali Erosi Lereng

Tabel 2 Persyaratan Kuantitas Bahan Pendukung Vegetasi

Sumber : SKh-1.3.17 Spesifikasi Khusus Interim Pengendali Erosi Lereng

Pengaplikasian vegetasi tanpa selimut pengendali erosi umumnya dapat dilakukan pada lereng dengan kondisi permukaan yang stabil. Jika diaplikasikan pada lereng dengan kondisi curam dapat dikombinasikan dengan selimut pengendali erosi.

Kami Siap Membantu Anda

Silahkan hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan geosintetik anda dengan team ahli kami

Let's Work Together!

Silahkan Hubungi Team Kami agar dapat menentukan material yang tepat untuk proyek anda dan dapatkan harga terbaik dari kami. 

Location

Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia

Phone : (62-21) 84995477, 84999534, 84994765

Mobile : 08111116066

Fax : (62-21) 8463504

Email : office@pandu-equator.com

Permintaan Penawaran Harga Cement Blanket

5 + 14 =