Apa itu Geogrid Jenis dan Fungsinya
Visit
Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia
Contact
021 84995477
021 84994765
021 84999534
0811-111-6066
Silahkan isi Formulir ini dan Kami akan segera menghubungi Anda Kembali
Geogrid merupakan material geosintetik yang berbentuk lembaran dengan lubang-lubang seperti frame yang mana fungsinya sebagai tulangan untuk memperkuat struktur perkuatan tanah. Lubang-lubang pada geogrid pada umumnya berbentuk segiempat, lonjong, ataupun bentuk-bentuk lainnya.
Cara kerja Geogrid ini adalah dengan cara digelar di atas permukaan tanah yang kemudian diberi timbunan sehingga terjadi interlocking akibat masuknya timbunan ke dalam lubang-lubang rusuk dari geogrid sehingga menghasilkan tahanan gesek yang tinggi.
Jenis – Jenis Geogrid
Geogrid sendiri dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan bentuk lubang dari geogrid itu sendiri.
Geogrid Biaxial
Geogrid biaxial ini memiliki ciri lubang berbentuk bujur sangkar, fungsinya sendiri sebagai material stabilisasi tanah dasar untuk mencegah terjadinya diferensial settlement (penurunan setempat) sehingga dapat mereduksi biaya pemeliharaan. Geogrid tipe ini juga dapat mereduksi tebal base atau sub base sampai dengan 60% sehingga menghemat biaya pelaksanaan konstruksi.
Geogrid Triaxial
Geogrid ini disebut triaxial karena bukaan lubang yang dimiliki berbentuk segitiga, secara fungsi kurang lebih sama dengan Geogrid biaxial untuk perkuatan tanah lereng, perkuatan tanah jalan di kombinasi dengan woven geotextile.
Geogrid Uniaxial
Geogrid ini memiliki bukaan lubang yang lebih lebar dibandingkan dengan 2 jenis geogrid sebelumnya secara fungsi juga sama dengan geogrid jenis lainnya hanya saja aplikasinya lebih banyak untuk slope stabilization sehingga dapat mendirikan bangunan lebih tinggi di ruang yang terbatas.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai material geogrid, silahkan hubungi kami di (62-21) 84995477, 84999534, 84994765
Ingin Konsultasi Seputar Geosintetik ?
silahkan hubungi kami di (021) 84995477, 84999534, 84994765
Baca Post Kami Lainnya
Projek Perkuatan Tanah Menggunakan Material Geotextile Woven
bisa dibilang 90 persen kondisi tanah di Indonesia termasuk kategori tanah lunak, sehingga perlu dilakukan perkuatan sebelum nantinya didirikan sebuah konstruksi atau bangunan diatasnya. Untuk memperkuat permukaan tanah biasanya dilakukan pengurugan namun sebelum dilakukan pengurugan dilakukan penggelaran woven geotextile yang berfungsi sebagai separato antarta tanah urugan / perkuatan dengan tanah lunak dibawahnya.
Dokumentasi Pemasangan Geomembrane Liner Pada Proyek Landfill / Tempat Pembuangan Akhir
Salah tau aplikasi Geomembrane HDPE adalah sebagai lapisan kedap air pada tempat pembuangan akhir (Landfill), yang mana bertujuan untuk mencegah terjadinya rembesan sampah pada tanah yang dapat mencemari lingkungan termasuk air tanah.
Dokumentasi Silt Protector di Kalimantan Timur
Dokumentasi Silt Protector di Kalimantan TimurVisitJl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 IndonesiaContact021 84995477021 84994765021 849995340811-111-6066Silt Protector ini digunakan sebagai filter di lautagar material proyek atau...
Dokumentasi Pemasangan Geosynthetic Clay Liner Untuk Mining Site
Pada proyek ini menggunakan 2 buah material geosintetik salah satunya Geosynthetic Clay Liner sebagai lapisan dasar pada fasilitas pengolahan tailing.
Pemasangan Geomembrane Pada Kolam Tambak Udang
Salah satu aplikasi Geomembrane adalah sebagai lapisan kolam tambak yang mana penggunaan Geomembrane akan lebih menghemat biaya ketimbang membangun tambak menggunakan kolam beton. Selain itu masa pemakaian Geomembrane ini cukup panjang hingga 15 tahun dan mudah dalam perawatannya.
Instalasi Geocomposite Pada Proyek Pembangunan Rel Kereta Api di Sulawesi
Pada pembangunan jalur kereta api digunakan material geocomposite untuk memperkuat tanah dasar, karena pertimbangan beban dan getaran yang akan diterima saat kereta api melintas di atasnya sehingga kurang efektif jika hanya menggunakan Geotextile untuk memperkuat tanah dasar.





