Pemasangan Silt Protector Proyek Pelabuhan Baru, Makassar
Pembangunan Pelabuhan Baru Makassar membutuhkan pengendalian sedimen yang ketat, terutama karena pekerjaan reklamasi, pemancangan, serta aktivitas pengerukan (dredging) berpotensi meningkatkan kekeruhan air laut. Untuk menjaga kualitas lingkungan pesisir dan memenuhi standar AMDAL, dipasang silt curtain sebagai penghalang sementara agar sedimen tersuspensi tidak menyebar keluar area kerja.
1. Persiapan & Pemeriksaan Lokasi
Sebelum pemasangan, tim melakukan survei lapangan untuk memahami:
-
Pola arus dan pasang surut di area proyek
-
Kedalaman perairan
-
Titik-titik kerja yang paling berpotensi menimbulkan kekeruhan
-
Lokasi optimal untuk jalur pemasangan silt curtain
Pada proyek Makassar, kondisi arus yang cukup dinamis menuntut pemilihan tipe silt curtain dengan skirt lebih panjang dan ballast chain yang lebih berat untuk menjaga stabilitas.
2. Pengiriman Material & Perakitan Awal
Material utama yang digunakan:
-
Flotation boom (pelampung HDPE atau PVC)
-
Skirt geotextile nonwoven sebagai dinding penahan sedimen
-
Ballast chain untuk menahan bagian bawah curtain
-
Mooring system berupa jangkar, tali tambat, dan pelampung penanda
Di area staging, panel-panel silt curtain dirakit menjadi unit panjang 20–25 meter, kemudian disambungkan menggunakan konektor khusus sehingga membentuk garis penghalang yang solid.
3. Pemasangan di Perairan
Tim lapangan menggunakan kapal kecil untuk menarik panel silt curtain menuju titik pemasangan. Tahapannya meliputi:
-
Menggelar silt curtain secara bertahap dari tepi perairan.
-
Mengunci sambungan panel agar tidak ada celah kebocoran sedimen.
-
Menurunkan weighted skirt ke kedalaman yang ditentukan sehingga membentuk tirai vertikal.
-
Menstabilkan posisi curtain dengan sistem mooring yang disesuaikan dengan arah arus dan angin.
Di proyek Makassar, pemasangan dibentuk mengikuti lingkar area pengerukan, sehingga sedimen yang teraduk oleh cutter suction dredger tetap terkumpul di area kerja.
4. Pengencangan & Penyesuaian Tension
Setelah semua panel terpasang, tim teknis melakukan pengecekan tension pada:
-
Tali tambat
-
Pelampung utama
-
Skirt bagian bawah
Tension harus cukup kuat untuk menahan hempasan arus, namun tetap fleksibel agar curtain tidak robek ketika terjadi perubahan arus atau gelombang.
5. Monitoring Selama Pekerjaan
Karena pemasangan silt curtain berlangsung selama pekerjaan konstruksi, dilakukan monitoring rutin:
-
Pemeriksaan kekeruhan air di luar area kerja
-
Kondisi sambungan panel
-
Keausan atau kerusakan material akibat gelombang
-
Posisi mooring apakah bergeser
Pada proyek Makassar, monitoring dilakukan setiap pagi dan sore, terutama saat aktivitas pengerukan intensif.
6. Pembongkaran & Pemeliharaan
Setelah pekerjaan struktur utama selesai, silt curtain dibongkar secara bertahap:
-
Panel diangkat satu per satu
-
Skirt dibersihkan dari sedimen yang menempel
-
Ballast chain dilepas
-
Material yang masih layak digunakan disimpan kembali
Pembongkaran dilakukan hati-hati agar tidak terjadi sebaran sedimen baru.
Kesimpulan
Pemasangan silt curtain di Pelabuhan Baru Makassar merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas air selama proses konstruksi. Dengan metode pemasangan yang tepat—mulai dari survei lokasi, perakitan panel, pemasangan di perairan, hingga monitoring—penyebaran sedimen bisa dikendalikan sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan.