1. Klasifikasi Geosintetik

Menurut ASTM D 4439 pengertian geosintetik adalah suatu produk berbentuk lembaran yang terbuat dari bahan polimer lentur yang digunakan dengan tanah, batuan, atau material geoteknik lainnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari suatu pekerjaan, struktur atau system. Istilah geosintetik itu sendiri  terdiri dari dua bagian, yaitu geo yang berarti berhubungan dengan tanah dan sintetik yang berarti bahan buatan manusia.

Gambar 1 menunjukkan pengelompokan geosintetik berdasarkan sifat kelulusan air, bentuk fisik, dan proses pembuatannya.

Gambar 1 Pengelompokan Geosintetik

Geotextile,  geosintetik permeabel yang hanya terdiri dari tekstil. Geotextiles memiliki beberapa fungsi dalam aplikasi teknik geoteknik, yaitu: pemisahan; filtrasi; drainase; perkuatan; dan perlindungan (ASTM D 4439). Terdapat tiga macam tipe geotextile yaitu :

  1. Woven Geotextile;
  2. Non Woven geotextile;
  3. Knitted

(a)

(b)

(c)

(d)

Gambar 2 Non Woven Geotextile (a), PP Woven Geotextile (b), PET Woven Geotextile (c), Kinitted (d)

Geogrid, material geosintetik yang dibentuk oleh jaringan teratur elemen-elemen yang terhubung secara  lubang lebih besar dari 6,35 mm (1⁄4 in.) untuk memungkinkan saling terkait antara tanah, batuan, dan bahan sekitar lainnya berfungsi terutama sebagai perkuatan (ASTM D 4439). Terdapat dua tipe geogrid yaitu geogrid biaxial dan geogrid uniaxial

(a)

(b)

Gambar 3 Biaxial Geogrid (a), Uniaxial Geogrid (b)

 

Geonet, material geosintetik yang terdiri dari set parallel – paralel yang terhubung secara integral di atas set serupa pada berbagai sudut untuk drainase planar cairan atau gas (ASTM D 4439).

Gambar 4 Geonet

 

Geocell, Geocell adalah panel tiga dimensi yang ringan dan flexible yang dapat diperluas /dikembangkan seperti alat harmonika. Material utamanya adalah High-Density Polyethylene (HDPE) strip yang diikat dengan cara ultrasonik sehingga didapatkan konfigurasi yang kuat. Geocell memiliki 2 type berdasarkan permukaannya yaitu smooth dan textured.

Gambar 5 HDPE Textured Geocell

 

Geostrip, material geosintetik yang berberntu strip terbuat dari bahan polimer.

Geomats, tikar dengan struktur yang sangat terbuka terbuat dari filamen kasar dan kaku dengan bentuk berliku-liku, terikat pada persimpangan dan terlihat seperti geotekstil non-anyaman yang sangat kasar (Shukla, 2002).

Gambar 6 Geomats

Geospacers, struktur cetakan sintetik, terdiri dari pelat kusut atau bergelombang (akhirnya berlubang). Umumnya digunakan untuk core drainase.

Geosynthetics Clay Liners, lapisan penghalang hidrolik yang diproduksi terdiri dari tanah liat (bentonite) yang terikat pada lapisan atau lapisan bahan geosintetik (ASTM D 4439).

Gambar 7 Geosinthetic Clays Liner

Geomembrane, suatu geosintetik yang pada dasarnya tidak tembus cairan yang terdiri dari satu atau lebih lembaran sintetis (ASTM D 4439).

Gambar 8 HDPE Geomembrane

2. Fungsi Geosintetik

 

Geosintetik memiliki 8 fungsi yaitu :

  1. Separasi : memisahkan dua material berbeda sehingga masing-masing mempunyai sifat yang tetap sebagaimana kondisi awalnya. Umumnya memisahkan antara tanah dasar lunak dengan timbunan yang bagus diatasnya.
  2. Stabilisasi : berfungsi meratakan beban pada tanah lunak sehingga tanah dapat menahan dengan baik konstruksi bangunan diatasnya.
  3. Perkuatan : fungsi perkuatan yaitu meningkatkan kemampuan system komposisi tanah dan perkuatan untuk memikul beban.
  4. Lapis kedap berfungsi sebagai lapisan yang memiliki permeabilitas sangat rendah (kedap) untuk mencegah merembesnya cairan atau material yang tidak diinginkan ke dalam tanah.
  5. Filtrasi : berfungsi memungkinkan aliran air melalui bahan geosintetik pada arah vertikal maupun horizontal.
  6. Drainase : fungsi drainase yaitu memungkinkan air melalui bahan geosintetik pada arah vertikal maupun horizontal.
  7. Proteksi : memberikan perlindungan terhadap material lain seperti menggunakan non woven geotextile terhadap lapis geomembrane.
  8. Pencegah erosi : melindungi tanah terhadap erosi akibat air hujan atau proteksi tebing sungai terhadap aliran air.

Tabel 1 menunjukkan fungsi utama atau fungsi primer yang dapat diperoleh dari setiap jenis geosintetik. Pada beberapa kasus tertentu geosintetik memiliki fungsi sekunder dan tersier. Sebagai contoh, geosintetik pada perkuatan timbunan tanah lunak fungsi utamanya adalah perkuatan, tetapi fungsi sekunder juga dibutuhkan sebagai separator dan fungsi tersier sebagai filter.

Tabel 1. Identifikasi Fungsi Geosintetik

3.  Aplikasi Geosintetik

Tabel 1. Area Aplikasi Utama untuk Geosintetik (Shukla, 2002)

4. Penutup

Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam memilih material geosintetik yang sesuai dengan proyek yang Anda kerjakan.

Pandu Equator Prima bergerak dibidang supplier geosintetik, jual Non Woven Geotextile, Woven Geotextile, Geomembrane, Geogrid, Geocell, Geosynthetics Clay Liner, dll yang dapat diaplikasikan sesuai dengan aplikasi area.

Untuk konsultasi mengenai pengadaan dan pemasangan Geosintetik pada proyek yang Anda kerjakan dan juga proyek yang sedang Anda Rencanakan bisa hubungi Kami.

Salam sukses selalu dari kami PT. Pandu Equator Prima

 

5. Referensi

Shukla, S. K. (2002). Geosynthetics and Their Applications. London: Thomas Thelford.

PT Pandu Equator Prima

Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia

Phone : (62-21) 84995477, 84999534, 84994765

Fax : (62-21) 8463504

Mobile : 0811-1116066

Email : office@pandu-equator.com

Silakan Isi Form Berikut Untuk Konsultasi Produk Geosintetik

2 + 6 =