Pendahuluan

Perubahan iklim, Pasang surut air laut, dan juga tiupan angin laut yang terjadi dapat menghasilkan gelombang serta arus laut yang kuat. Fenomena yang terjadi secara alami ini dapat menyebabkan abrasi (erosi pantai) yang apabila terjadi terus menerus akan menyebabkan beberapa dampak terhadap kehidupan.

Gambar 1 – Perubahan Iklim Akibatkan Laju Abrasi Merupakan Ancaman Tersembunyi Yang Serius.

Dampak dari abrasi pantai yang paling jelas terlihat adalah menyempitnya area pantai. Ombak laut yang tidak bisa diredam karena penyusutan area pantai, begitu keras menghantam daerah pantai membuat bebatuan dan tanah terpisah dari daratan. Selain itu, gelombang ombak pantai yang biasanya memberi pemandangan dan suasana indah di pinggir pantai kemudian menjadi mengerikan. Kejadian tersebut tentunya sangat merugikan dari sektor pariwisata dan membahayakan penduduk sekitar pesisir pantai.

Gambar 2 – Dampak Abrasi Menyebabkan Penyusutan Area Pantai (sumber : www.aktual.com)

Selain itu, abrasi pantai berdampak pada perubahan sosial ekonomi masyarakat pesisir pantai, membuat perubahan profesi masyarakat dari petani ke profesi lain. Akibat dari naiknya air laut ke darat membuat air tanah berubah jadi terasa asin sehingga tidak cocok untuk pertanian. Lalu lahan pertanian yang tergenang air laut tentunya sudah tidak bisa digunakan, maka dari itu petani beralih profesi menjadi nelayan.

Menanggulangi Abrasi Pantai

Untuk menanggulangi berbagai dampak lingkungan maupun dampak sosial karena terjadinya abrasi pantai yang terjadi secara terus menerus, ada beberapa jenis konstruksi proteksi erosi/abrasi antara lain, tumpukan batu, tetrapod, bronjong, atau sheet pile. Adapun konstruksi proteksi erosi tersebut memiliki beberapa kekurangan, mulai dari kesulitan pelaksanaan konstruksi di lapangan, pengadaan material dan terutama dari segi tingginya biaya hingga lama nya waktu konstruksi. Salah satu solusi alternative di bidang konstruksi yang sesuai untuk menanggulangi permasalahan dari abrasi pantai ini adalah Geotextile Containment.

Geotextile containment (Koerner, 2005) adalah suatu konstruksi yang memadukan antara material sintetik (geotekstil) dan material alam (pasir atau Lumpur), yang berfungsi sebagai dinding penahan tanah dan pencegah abrasi. konstruksi geotextile containment dengan pembagian berdasarkan ukuran dan cara pelaksanaan konstruksi dibagi menjadi Geobag dan Geotextile Tube.

Menanggulangi Abrasi Pantai Dengan Geobag

Geobag termasuk jenis dari geotextile containment dengan volume yang kecil. Geobag adalah system konstruksi kantong/bag yang terbuat dari geotekstil yang dipadukan dengan material pasir setempat, sehingga akan terbentuk suatu bantalan-bantalan yang digunakan sebagai pengganti struktur bangunan konvensional untuk proteksi area dan garis pantai.

Gambar 3 – Geosynthetics Bag dari PT. Pandu Equator Prima

Geobag umumnya digunakan di daerah yang mengalami abrasi tidak terlalu berat dan memerlukan penanganan secara cepat untuk jangka waktu pemakaian tidak terlalu panjang. Pada umumnya material geotextile yang digunakan harus distabilisasikan terhadap pengaruh sinar ultra violet, konstruksi ini tetap harus dilindungi dari pengaruh sinar matahari langsung dengan cara ditutupi material lain contonya dengan batu-batuan.

Gambar 4 – Geobag sebagai Pelindung dari Abrasi Pantai

Menanggulangi Abrasi Pantai Dengan Geotextile Tube

Jenis konstruksi kedua adalah Geotextile Tube. Geotextile Tube adalah system konstruksi yang memadukan material geosintetik yang berbentuk tubular sebagai pembungkus dan material pasir sebagai material pengisi. Geotextile Tube yang digunakan bisa berupa bahan baku woven geotextile atau non woven geotextile. Geotextile Tube dalam pelaksanaannya digunakan pada di daerah daratan atau daerah dengan tinggi air tidak terlalu dalam. Ukuran Geotextile Tube juga bervariasi, mencapai 15 meter hingga 25 meter dan diameter yang bervariasi sesuai kebutuhan yang diminta.

Gambar 5 – Proses pengisian material pasir ke dalam Geotube

Selain pelindung abrasi pantai, Geotextile Tube dan geobag memiliki kegunaan lain seperti sebagai pemecah gelombang pantai, breakwater, sungan dan bendungan, sebagai tanggul penahan material urugan, dan konstruksi lahan basah.
Instalasi Geotextile Tube dapat dilakukan di daerah kering maupun pada kedalaman air. Geotextile Tube cukup banyak diaplikasikan dan dilakukan analisis untuk menangani berbagai permasalahan abrasi di banyak negara, termasuk di beberapa negara seperti Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia , dan beberapa negara Asia lainnya.

Beberapa keuntungan menggunakan Geobag dan Geotextile Tube sebagai berikut :

  • Pelindung sempurna untuk perlindungan erosi.
  • Serbaguna dan kuat dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan
  • Dapat diisi dengan material setempat
  • Efisien dan Efektif untuk meredam gelombang laut
  • Hemat biaya dan mudah dipasang

Penutup:

Kami PT. Pandu Equator Prima selaku supplier/distributor Geobag dan Geotextile Tube, siap membantu Anda dalam pengadaan/jasa pemasangan Geobag dan Geotextile Tube untuk proyek kontruksi pada lahan basah seperti pesisir pantai, laut, dan sungai.

Daftar Pustaka

Koerner, R.M. 2005. Designing with Geosynthetics (5th ed.). New Jersey: Prentice Hall.
[ONLINE] Ilmu Geografi.com. Erosi Pantai : Pengertian, Penyebab dan Dampaknya. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/laut/erosi-pantai (Diakses pada 26 Septermber 2018 pukul 14:29 WIB)

PT Pandu Equator Prima

Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia

Phone : (62-21) 84995477, 84999534, 84994765 Fax : (62-21) 8463504

Mobile : 0811-1116066

Email : office@pandu-equator.com

Silakan Isi Form Berikut Untuk Konsultasi Produk Geobag dan Geotube

14 + 3 =