1. Pendahuluan

Permasalahan yang terjadi pada pemukiman penduduk di kota-kota besar yaitu :

  • Genangan air pada saat intensitas hujan yang tinggi;
  • Langkanya air di daerah permukiman padat penduduk;
  • Berkurangnya daerah resapan air.

Permasalahan diatas terjadi dikarenakan :

  1. Saluran sanitasi yang masih terbuka;
  2. Destinasi akhir saluran tidak diolah dan terbuka;
  3. Antara saluran air hujan dan sanitasi masih menjadi satu;
  4. Tidak memiliki sistem pengolahan limbah komunal;
  5. Tidak memiliki sistem peresapan air hujan sebagai tampungan air cadangan;
  6. Kualitas konstruksi drainase yang buruk, karena berupa galian tanah tanpa material pelapis atau penutup atau telah terjadi kerusakan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas, maka diambil suatu solusi sebagai berikut :

  1. Pisahkan antara saluran air santasi dan saluran air hujan. Saluran sanitasi harus tertutup, saluran air hujan boleh terbuka
  2. Drainase yang mengelola air hujan dengan cara ditampung untuk digunakan sebagai sumber air bersih
  3. Air hujan diresapkan ke dalam tanah untuk meningkatkan cadangan air tanah
  4. Pada akses jalan pemukiman digunakan pekerasan jalan aspal porus

Dalam hal ini yang perlu ditekankan yaitu konsep penangan drainase dan pengelolaan air hujan (rain water harvesting) pada area pemukiman.

2. Konsep Desain

Paradigma penanganan drainase yang lama dan baru berbeda. Yang lama penanganan drainase yaitu secepatnya mengalirkan limpasan air hujan ke saluran atau badan terdekat, sedangkan penanganan drainase yang baru yaitu sedapat mungkin menahan dulu, meresapkan ke dalam tanah melalui sumur resapan, waduk, kolam retensi dan sebagainya.

Selain itu juga, konsep drainase harus berwawasan lingkungan. Yang pada awalnya drainase merupakan drainase terbuka, saat ini sudah mulai dikembangkan menggunakan drainase tertutup yang berwawasan lingkungan, sehingga lahan yang digunakan diatas drainase tersebut dapat digunakan sebagai taman. Konsep tersebut juga dapat disebut dengan konsep ecodrain.

3. Penerapan Geosintetik Pada Konsep Ecodrain

Produk geosintetik yang dapat diterapkan pada konsep drainase ecodrain yaitu Geopipe, Pipa HDPE Corrugated Pipe, dan Drainage Tank.

Geopipe dan pipa HDPE Corrugated pipe merupakan pipa yang terbuat dari bahan high density polyethylene (HDPE) yang memiliki karakter bergelombang (corrugated). Pada permukaanya terdapat lubang sehingga produk ini cocok digunakan sebagai drainase permukaan. Pada konstruksi jalan, produk ini dipasang di bawah konstruksi agar pada saat hujan konstruksi jalan tetap kering. Sistem dipasang seperti pada gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Pekerasan Jalan dengan Aspal Pourus dan Sistem Drainase Tertutup

Geopipe dan HDPE Corrugated pipe bisa diterapkan pada sistem drainase disamping kosntruksi baik jalan raya, jalan kereta, jalur landasan pacu pesawat.

Gambar 2. Pekerjaan Drainase menggunakan Geopipe pada Proyek Bandara

Produk Modular tank dapat digunakan sebagai drainase, resapan air, ataupun ground water tank seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3 sampai dengan Gambar 5.

Gambar 3. Modular Tank Untuk Drainase

Gambar 4. Modular Tank Untuk Resapan Air

Gambar 5. Modular Tank Untuk Ground Water Tank

4. Penutup

Demikian artikel ini kami buat semoga dapat membantu Anda dalam memilih material geosintetik yang sesuai dengan proyek yang Anda kerjakan.

Untuk konsultasi mengenai pengadaan dan pemasangan Geosintetik pada proyek yang Anda kerjakan dan juga proyek yang sedang Anda Rencanakan bisa hubungi Kami.

Salam sukses selalu dari kami PT. Pandu Equator Prima

PT Pandu Equator Prima

Jl. Sangata, Blok G-10/1, Jatiwaringin Asri, Pondok Gede – Bekasi 17411 Indonesia

Phone : (62-21) 84995477, 84999534, 84994765

Fax : (62-21) 8463504

Mobile : 0811-1116066

Email : office@pandu-equator.com

Silakan Isi Form Berikut Untuk Konsultasi Produk Untuk Drainase

13 + 15 =